Tentang Patepang

Di Patepang, hubungan dimulai dari pertemuan.

Patepang adalah aplikasi untuk tetap dekat dengan orang yang benar-benar pernah kamu temui. Halaman ini tentang kenapa Patepang ada, apa yang dipegangnya, dan siapa yang membangunnya.

Kenapa Patepang ada

Hari ini, untuk menghubungimu, seseorang tidak perlu pernah bertemu denganmu.

Cukup ia tahu nomormu. Atau nama penggunamu. Data yang bisa bocor, bisa dibeli, bisa ditebak. Begitu data itu di tangannya, ia bisa masuk ke saku, ke kamar, ke jam dua pagimu — tanpa pernah sekali pun berdiri di depanmu.

Itulah sebabnya kotak masukmu seperti sekarang: undangan pernikahan yang ternyata berkas .apk, “Mama” yang minta pulsa, pinjol yang cair dalam lima menit, orang asing yang marah karena tidak dibalas. Penipu dan orang-orang yang paling penting dalam hidupmu masuk lewat pintu yang sama persis — karena pintunya memang hanya memeriksa satu hal: data.

Dan di sisi lain, lihat orang yang benar-benar pernah bertemu denganmu. Obrolan panjang di warung kopi. Kenalan baru di perjalanan. Seseorang yang membuatmu berpikir, orang ini harus tetap ada di hidupku. Pertemuan sebagus itu justru hampir selalu mati di tempat — atau hanya bisa diselamatkan dengan ritual yang rusak: menyerahkan nomormu, kunci yang sama dengan yang menjaga rekening dan seluruh akunmu, kepada orang yang baru kamu kenal sepuluh menit.

Memberikannya terasa ceroboh. Tidak memberikannya terasa seperti menolak pertemanannya.

Ini bukan kebetulan. Platform yang ada memang dirancang begitu — mereka hidup dari orang asing: dari iklan yang mengejarmu, dari algoritma yang menyuapimu, dari feed yang tidak pernah selesai. Pintu yang terbuka untuk semua orang adalah model bisnis mereka. Maka masalahnya bukan fitur yang kurang. Masalahnya adalah aturan masuknya yang terbalik.

Hari ini, hubungan dimulai dari data.

Patepang mulai dari yang sebaliknya: hubungan dimulai dari pertemuan — atau tidak dimulai sama sekali.

Lima masalah, satu akar

Ada lima, semuanya lahir dari satu aturan yang terbalik: hari ini hubungan dimulai dari data, bukan pertemuan.

  1. Hari ini

    Orang asing bisa masuk kapan saja.

    Spam, penipuan, dan pelecehan masuk karena untuk menghubungimu orang hanya butuh nomormu atau namamu — bukan pernah bertemu denganmu. Undangan.apk dan “Mama minta pulsa” adalah gejala pintunya.

    Di Patepang

    Tidak ada yang bisa mencarimu.

    Tidak ada pencarian, dan tidak ada nomor untuk mencarimu. Koneksi hanya lahir dari pertemuan.

  2. Hari ini

    Bertahan terhubung harus menukar nomor HP.

    Kenalan baru yang baik hanya bisa berlanjut kalau kamu menyerahkan nomor — kunci yang sama untuk rekening dan semua akunmu — ke orang yang baru dikenal sepuluh menit. Ceroboh memberikannya, mati pertemanannya kalau tidak.

    Di Patepang

    Cukup tempel.

    Pindai kodenya, goyangkan kedua HP bersama dua detik, dan kalian terhubung. Akunmu tanpa nomor HP dan tanpa surel.

  3. Hari ini

    Yang terhubung justru yang tidak pernah kamu temui.

    Ratusan “teman” dan pengikut, hampir semua belum pernah berdiri di depanmu — sementara orang yang benar-benar pernah mengobrol denganmu lenyap begitu pertemuan selesai. Graf-nya data, bukan kehidupan nyata.

    Di Patepang

    Setiap koneksi, orang yang pernah kamu temui.

    Setiap koneksi lahir dari pertemuan, dan memudar setelah setahun tidak bertemu, kecuali kalian bertemu lagi.

  4. Hari ini

    Perhatianmu yang dijual.

    Iklan, algoritma, dan feed tanpa ujung dirancang agar kamu tidak berhenti — karena yang dijual platform adalah waktumu. Hubungan dijadikan umpan untuk iklan.

    Di Patepang

    Tanpa iklan. Tanpa analitik.

    Patepang dibiayai langganan dan tip, bukan oleh perhatianmu.

  5. Hari ini

    Isi hidupmu terbaca platform.

    Pesan, daftar teman, dan pola hubunganmu tersimpan di server yang bisa membacanya. Perusahaan tahu siapa bicara dengan siapa, kapan, seberapa sering — bahkan saat isi pesan dikunci, peta hubunganmu tidak.

    Di Patepang

    Disegel sebelum berangkat.

    Yang kamu bagikan dikunci di HP. Server Patepang hanya melihat amplop tersegel: tanpa isi, tanpa pengirim. Server tetap tahu siapa pernah tempel dengan siapa, dan kapan; kebijakan privasi merinci semua yang disimpannya.

Patepang menyelesaikan kelimanya dari akarnya: tidak ada pertemuan, tidak ada hubungan.

Dan servernya sengaja dibuat tidak bisa membaca isimu, dan tahu sesedikit mungkin. Yang diketahui server

Yang kami pegang

Pertemuan dulu.
Koneksi hanya lahir dari tempel, saat dua orang berhadapan. Patepang melayani hubungan yang lahir dari bertemu, bukan menggantikannya.
Isimu terkunci di HP-mu.
Pesan, kabar, momen, dan foto dienkripsi di HP sebelum dikirim, sehingga server tidak bisa membacanya.
Tanpa akun bot.
Akun hanya lahir lewat tempel saat bertemu langsung, tanpa email atau nomor telepon, dan satu HP hanya bisa membuat beberapa akun sebulan.
Tanpa iklan dan tanpa feed algoritma.
Kabar urut waktu dan halamannya selesai. Pemasukan Patepang hanya dari langganan dan tip, dan semua fitur gratis.
Betah karena nyaman, bukan karena dipancing.
Tidak ada angka belum dibaca, hitungan pengikut, atau peringkat yang memancing orang kembali.
Jujur tentang keadaan.
Yang sudah jadi dibedakan dari yang belum, dan yang diketahui server disebut terus terang.

Nama

patepang
Patepang, ditulis dalam aksara Sunda

Patepang berasal dari bahasa Sunda. Tepang berarti bertemu, dan patepang berarti saling bertemu.

Logonya adalah kata itu sendiri, ditulis dalam aksara Sunda: pa, te, pang. Te adalah huruf ta dengan pamepet di atasnya; pang adalah pa dengan panyecek.

Perusahaan di baliknya bernama PT Pakuan Teknologi Pangrango.

  1. Pakuan

    Pakuan Pajajaran, dalam bayangan pelukis.

    Pakuan, atau Pakuan Pajajaran, adalah tempat tinggal raja dan pusat pemerintahan Kerajaan Sunda Pajajaran, di wilayah Bogor, Jawa Barat.

  2. Teknologi

    Teknologi: yang kami bangun, di antara keduanya.

  3. Pangrango

    Gunung Pangrango, Jawa Barat.

    Gunung Pangrango, di Jawa Barat. Kami berkantor di Kabupaten Bogor.

Siapa yang membangun

Patepang dibangun dan dikelola oleh PT Pakuan Teknologi Pangrango. Peluncuran pertamanya di Indonesia, dalam bahasa Indonesia, untuk umur 18 tahun ke atas, di iPhone dan Android.